pak cici ooh pak cici
Wednesday, February 11, 2009
sepulang kerja tadi dengan perut laper dan mata yang ngantuk, tepat di depan RS M.H (RS umum) Palembang</span>
dan sialnya (mata ini dah terlalu ngantuk) gak liat di depan ada pak cici (baca:polisi) yg emank sengaja nongkrong disana wat nangkepin pelanggar2 seperti aq wakakak
sebagai warga negara yang baik aq pun menepi dan mendekati pak cici...setelah pak cici nya memberi ceramah dan mo liat kelengkapan bermotor ku, akyupun menunjukkan SIM C ku (aq td gak bawa STNK loh..tp pak cici memaafkannya) trs katanya pak cici aq mo ditilang
dengan muka mengiba aq bilang "duh pak..jangan ditilang dunk..gak punya waktu mo sidang" trs kata pak cici "kl gak mo sidang ya bayar aja biaya sidangnya disini Rp.65ribu"
dohhh gawat buanged di dompet cuma ada duit 6ribu dengan sedikit memelas aq tunjukkin dompet dan isinya sambil bilang "pak aq cuma ada duit segini" dan karena liat ketambengan muka ini pak cici pun ngamuk katanya "cukup apa seh duit segitu" dasar ni muka masih tebel jawab lg "kan bapak bisa beli kopi dengan duit segini"
tp pak cicinya masih ngotot gak mau
dan dengan mengalah aq telp temen yg kebetulan kantornya dekat sm TKP dan aq mo pinjem duit 20rebu saja tp tmn ku gak ada duit 20rebu adanya 50rebu (aq pikir drpd ngasih pak cici 50rb mending aq ikut sidang aja kan bisa nambah pengalaman, mumpung dah libut jg) *thankz mba yunita*
waktu lg nelp aq ngeliat ada mobil sedan (corola warna biru tua) jg melakukan pelanggaran yg sama dgn diriku, akupun protes sebab pak cicinya curang tu mobil dibiarkan lewat karena kenal sm salah satu dr mereka (dari 3 polisi) aq bilang yg namanya pelanggar harus tetap ditindak.
karena aq protes terus pak cici pun dengan kasar membentak "kamu gak usah ngurusin urusan orang!!!"
damnnn krn dah kesal sm kecerewetan aq pak cici ini mengoper aq ke temennya yang kayaknya lebih senior katanya dia dah pusing ngurusin aq.
setelah melalui tanya jawab yg singkat dan gak penting aq pun pasrah aja gak cerewet lg dan bilang silahkan tilang saya
setelah mendapatkan surat tilang dan dikasih tau sidangnya tanggal 27 feb aq pun poto lg utk yg terakhir kali suasana penilangan (soalnya banyak banged yg ditilang)
pak cici yg nilang aq ngeliat apa yg aku lakukan langsung menghampiri sambil bentak2 kasar
pak cici : "APA MAKSUD KAMU FOTO-FOTO GITU"
ve : "wat masukin di blog pak"
pak cici : "KAMU JANGAN MACEM-MACEM DAH UNTUNG DIBANTUIN MOTORNYA GAK DITILANG DASAR GAK TAU TERIMAKASIH, KAMU ITU SDH MELANGGAR PERATURAN"
ve : "lah pak saya kan mo nulis blog biar temen2 yg laen gak ngelanggar kayak saya, knapa bapak mesti marah saya punya hak, lagian saya kan gak protes ditilang krn emank saya salah" (dah terpancing dikit emosinya ni)
pak cici : "HAK-HAK HAK APA SAYA TIDAK SUKA KAMU FOTO"
ve : "SAPA YG MOTOIN BAPAK WONG SAYA CUMA FOTO SITUASI PENILANGAN KOK EMANGNYA ADA LARANGAN APA MENGEMUKAKAN PENDAPAT MELALUI TULISAN?"
pak cici : "HAPUS POTONYA ATAU KAMU GAK BISA PULANG"
pak cici berkata sambil menarik kunci motor yang ada ditangan aq, aq pun mengalah dengan menghapus poto yg ada si bapak itu tp tetep aja kunci motornya ditarek tp krn aq nya gak mau motor diambil jd nahan tu kunci sampe gak sadar kl kelingkingku dah biru akhirnya karena ngerasa sakit aq pun sadar kl kelingkingku kejepit makanya dengan berteriak aq bilang "PAK INI DAH TERMASUK KEKERASAN YG BAPAK LAKUKAN"
dan pak cici langsung melepaskan kunci motor dan segera meninggalkan aq sambil bilang "AWAS KAMU KALO MACEM2"
UGGGGHHHH kesel banged diperlakukan seperti itu sm pak cici.... kl emank pak cici gak ngerasa salah kenapa harus takut???????
bagaimana dengan visi polisi : “Polri yang mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera”
dan berdasarkan pasal 28 UUD 1945 bahwa dijaminnya kebebasan mengemukakan pendapat melaui lisan dan tulisan, kenapa pak cici mo ngelarang saya nulisin kejadian ini di blog???
hayooooo jawab ini pak!!!jgn cuma bisa bentak saya dan bikin jari kelingkingku membiru
makanya liat ni pak orang cm mo nulis ginian kok takut amat segh emank bapak punya salah apa???...
pak cici sampe lupa nanyain alamat blog saya ya....
(saya jg mo minta maap sdh melanggar rambu lalu lintas jgn ditiru ya tp jgn gitu dunk pak...kan saya dah gak protes waktu ditilang krn emank saya salah kok...suer kecewa de liat polisi itu) nich liat hasil poto2nya apa yg bisa bikin bapak takut????
penulisan hukum di kalangan praktisi
8 jenis tulisan untuk kalangan praktisi, yaitu

1. Memorandum hukum (legal memorandum)
tujuan dari tulisan ini adalah untuk melakukan analisis terhadap masalah hukum dalam rangka mencari penyelesaian atas masalah tersebut. biasanya memorandum hukum diawali dengan perumusan masalah dan berbagai argumentasi. argumentasi baik yg oro maupun kontra atas suatu posisi dikemukakan untuk dijadikan bahan diskusi tentang kemungkinan penyelesaian masalah. kemudian dari berbagai alternatif yang ada dipilih satu penyelesaian yang terbaik bagi klien.
2. Pembelaan hukum di pengadilan
tujuannya adalah untuk melakukan pendekatan agar pengadilan mengambil pandangan tertentu dan bertindak sesuai dengan pandangan tsb. pendekatan ini hanya berdasarkan logika, tetapi jika perlu dengan usaha mempengaruhi emosi, itulah sebabnya dlm pembelaan ini segi2 negatif klien jarang diungkapkan.3. Pendapat Hukum (legal opinion)
Pendapat hukum adalah penulisan yang dibuat oleh kantor hukum untuk keperluan kliennya. penulisan ini biasanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan klien tentang suatu masalah
4. Penulisan untuk Penyuluhan Hukum
penulisan jenis ini ditujukan kepada khalayak (audience) yang sangat luas. karena ini ditujukan kepada masyarakat luas yg mungkin sebagian besar awam dlm bidang hukum yang perlu diperhatikan adalah gunakan bahasa yang akrab dgn khalayak dan bila perlu sedikit mungkin mempergunakan bahasa hukum, dan penulisannya harus selalu diikuti dengan evaluasi.
5. Penulisan Rancangan Perundang-undangan
rancangan perundang-undangan biasanya terdiri dari sederetan pasal-pasal yang dirumuskan untuk mengatur bidang kehidupan masyarakat tertentu.dalam penulisan (naskah akademik) rancangan perundang-undangan , tidak terlepas dari kegiatan penelitian hukum. karena penulisan rancangan perundang-undangan adalah suatu kegiatan untuk menyusun (rancangan) undang-undang yang berlaku untuk masa yang akan datang maka yang dilakukan adalah penelitian untuk masa depan (futuristik).
ada berbagai instrumen hukum tertulis yang diperlukan dalam sikap tindak hukum, mis : perjanjian (kontrak), surat kuasa dan beraneka macam akta. penulisan instrumen hukum ini biasanya menggunakan kata2 yang sangat klise atau kata2 baku, yang mungkin sekarang sudah tidak mudah lagi dipahami oleh pihak yang berkepentingan.
7. Artikel untuk Majalah Hukum Ilmiah
Artikel dlm majalah Ilmiah hukum bertujuan untuk memperkenalkan pemikiran-pemikiran baru, hasil pengujian thd teori-teori atau doktrin-doktrin atau merupakan tanggapan terhadap artikel sejenis yang pernah diterbitkan.
8. Penulisan Hukum Jurnalistik
Penulisan Hukum Jurnalistik biasanya memberitakan perkara yang sedang berlangsung prosesnya di pengadilan. dalam penulisan ini,terutama dalam perkara pidana harus tetap berpegang kepada asas presumption of innocence (asas praduga tak bersalah). selain itu perlu dijaga agar melalui penulisan hukum tersebut tidak terjadi trial by the press yaitu pengadilan oleh kalangan pers terhadap tersangka yang bertentangan dengan proses hukum yang adil, due process of law, yang harus dianut oleh negara yang berdasar hukum.
Subscribe to:
Posts (Atom)







