waktu baca UU No.12 tahun 2006 kayaknya ada hal yang mengganggu pikiran nich ![]()
emank sih
UU 12/06 ini kl dibanding dgn UU sebelumnya yaitu UU No.62 tahun 1958 lebih baik dan telah dihapuskan nya diskriminasi gender dah gak lagi membedakan etnis tionghoa
dan penyetaraan gender khususnya bagi perempuan
karena kl di UU sebelumnya bagi wanita Indonesia yang menikah dengan bule
maka kewarganegaraannya akan hilang mengikuti kwarganegaraan sang suami dan anaknya gak bisa jadi warganegara ikut ibu
karena menggunakan ius sanguinis berdasarkan patriliniear
naaah di UU 12/06, hal ini telah dihapuskan.![]()
yang anehnya
yaitu kalo liat di pasal 4 UU 12/06 ini menyebutkan beberapa cara memperoleh kewarganegaraan
salah satunya melalui kelahiran, yang bikin saya agak bingung yaitu di pasal 4 (g) dan (h) disitu menyebutkan kata-kata anak yang lahir diluar perkawinan sah![]()
- anak hasil nikah sirih, anak hasil perkawinan yang tidak sah,
anak hasil kumpul kebo - sah-sah aja punya anak diluar pernikahan yang sah
- gampang banged kl mo jadi warga negara Indonesia yang terkenal dengan budaya timur dan moral pancasila
mending sih
kalo anak nya hasil nikah siri yang memang menurut UU tidak sah tapi menurut agama sah
laaaah gimana kalo perkawinan yang tidak sah menurut UU dan tidak sah menurut agama jg tapi cuma sah menurut pasangan
(cukup dengan I LOVE U
dari kedua belah pihak) hahaha aneh...
trs dimana letak pancasila sebagai moral bangsa
dan apakah ini cerminan dari perilaku pancasila...
dan menurut saya bukan sama sekali...inilah penjajahan ideologi. (kata dosen saya : kalo pengen jadi negara maju ideologinya harus kuat gak gampang dirasuki oleh ideologi laen)
