blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Saturday, August 29, 2009

 Saat Rusia meluncurkan pesawat Sputnik keluar angkasa diakhir tahun 1957, Amerika Serikat terkejut dan merasa tertinggal dari rivalnya tersebut. Masyarakat dan Politisi AS panik, serta-merta menuding pendidikan sebagai biang keladi ketertinggalan bangsa AS dari Rusia. Presiden John F Kennedy segara menanggapi serius "rendahnya mutu" pendidikan AS saat itu dan mencanangkan program pressing mutu pendidikan. Akhirnya, tahun 1969, Neil Amstrong berhasil mendaratkan Apollo di Bulan.

Inilah yang disebut Efek Sputnik Amerika, keterkejutan atas ketertinggalan yang membawa kepada kesadaran masyarakat Amerika perlunya sebuah perubahan.

sedangkan bangsa kita sudah sering dikejutkan oleh berbagai penilaian yg tidak enak didengar melalui beberapa survey. contohnya United Development Programme (UNDP), badan internasional dibawah nauangan PBB, mengeluarkan laporan negara2 menurut peringkat Human Develepment Index (HDI) 2004 : Indonesia berada di peringkat 111 dari 175 negara. dan negara kita sepertinya sudah terbiasa dengan penilaian yang mengatakan bahwa rendahnya mutu manusia Indonesia.  (sumber)

dan negara kita sebenarnya telah menyadari sumber dari rendahnya mutu manusia yaitu dimulai dari pendidikan. lihat saja sekarang pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dlm dunia pendidikan mulai dari mengeluarkan 20% anggaran APBN atau APBD utk pendidikan, gaji guru dinaikan berkali2 lipat (I wish hoho) sampai sekolah gratis. tapi sepertinya belum menampakkan hasil yang memuaskan

sebenarnya apa sih permasalahan kita sampai sedemikian parahnya mutu pendidikan di Indonesia
apakah dari segi gaji? guru di Indonesia yang sangat minim? bayangkan saja gaji guru di Indonesia 350 ribu rupiah atau US$40 per bulan. Sedangkan gaji guru di negara-negara ASEAN lebih dari US$70. Guru di Singapura, Malaysia, dan Brunei bahkan dapat menerima gaji lebih dari US$100 setiap bulan ditambah aneka fasilitas. Guru-guru di Jepang begitu masuk akan mendapat gaji sekitar 200 ribu yen atau sekitar Rp 15 juta setiap bulan...
tentu sangat jauh kesejahteraan guru kita dibanding negara2 Asia Tenggara lainnya (sambil denger lagu UMAR BAKRIE)

tp sepertinya kesejahteraan atau masalah salary bukan faktor utama. ini bs dilihat dari negara dengan mutu pendidikan terbaik di dunia yaitu finlandia. menurut saya, finland bukan meningkatkan mutu pendidikan mereka melalui gaji guru yang besar tapi seorang guru di finland sangat dihargai bahkan profesi guru SD lebih bergengsi dibanding guru SMA atau pun profesi lainnya.

dan hal ini yang tidak ada di Indonesia yaaa GENGSI untuk seorang guru...
bahkan kemarin saya sempat mendengar pernyataan seseorang yang keberatan dengan profesi pacarnya yang menjadi seorang guru dengan pertimbangan bahwa guru itu banyak makan sumpah (hah?!ketauan ya dulu sering nyumpahi gurunya) ya mungkin dia hanya sebagian kecil contoh orang yg tdk menghargai seorang guru (pdhal saya bisa kuliah S2 dari hasil keringat seorang guru)

trs bagaimn dunk cara meningkatkan gengsi seorang guru...menurut saya ini bisa dimulai dari pendidikan utk menjadi guru...yah mungkin anak SMA yg baru tamat sekolah akan lbh memilih masuk fakultas kedokteran ataupun teknik yg bs dikatakan keren..
saya rasa jika tes masuk utk jurusan FKIP dipersulit (dgn tujuan mencari kualitas) cth dengan mematok PIG nya yang lebih besar dibanding fakultas lain, trs ditambah tes kejiwaan, kesabaran, minat, bakat, ataupun tes yg diperuntukan untuk menyeleksi calon guru yang bkn hanya bs mengajar tp jg bisa mendidik. dan tiap orang yg lulus seleksi itu tentu akan bangga krn tidak setiap orang bisa masuk fakultas ini dan dia adalah orang yg terpilih. tentu hal ini memberikan gengsi tersendiri.
tp kenyataan masuk FKIP adalah pilihan terakhir. (sumber : pengalaman pribadi)
 

FEEDJIT Live Traffic Feed

Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger

© Black Newspaper Copyright by la vita e bella | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks